Aku tahu, aku sadar dan aku bersyukur karena aku ternyata dapat merasakan jatuh cinta. Tidak perduli apakah kamu mencintai atau tidak karena aku mencintai tanpa syarat. Dan ketika cinta itu melukaiku, membuatku harus memendam kekecewaan dan berharapkan kesemuan... aku terus dan terus biarkan kecintaan itu bersemayam dihatiku.
"Ketika cinta memanggilmu, maka dekatilah dia walau jalannya terjal berliku; Jika cinta memelukmu, maka dekaplah dia walau pedang di sela-sela sayapnya melukaimu." (Khalil Gibran)
Aku coba pahami bahwa cinta itu juga berwajah sendu dan selalu diakhiri dengan merelakan perasaan dan berpisah dengan yang dicintai. Aku juga coba pamahi bahwa cinta memliki wajah yang berbeda, keintiman, gairah dan hasrat, serta kesepakatan komitmen. Aku juga coba pahami bahwa wajah-wajah itu memberikan nuansa baru. Aku juga coba pamahi bahwa suatu hubungan interpersonal yang didasarkan hanya pada satu wajah ternyata lebih rapuh daripada bila didasarkan pada dua atau tiga wajah dari cinta itu.


