Dear, kecemburuanku sering membakar hatiku yang mengakibatkan timbulnya bayangan-bayangan yang aku sendiri kadang menjadi ragu karena aku tidak tahu apakah semua keluar dari hatinya atau sengaja untuk bersenda gurau dengan memperolokkan hatiku. Aku hanya bisa pasrah menerima apapun yang dia lakukan, entah memang dia lakukan atau hanya untuk menutupi hal lain yang mungkin akan membuatku semakin cemburu.
Dear, aku tahu cemburu yang berlebihan akan merusak suasana hatiku bahkan membuatnya menjadi jengah... tapi aku sadar, kecemburuanku beralasan... Ingin aku terima dengan bulat-bulat semua ucapannya, tetapi ketika itu aku lakukan... ternyata aku salah... Ingin aku tidak menerima semua ucapannya, tetapi terkadang menjadi salah.
Dear, entahlah... aku hanya bisa pasrah.


